Rencana Akuisisi KCI Dinilai Bakal Pengaruhi Operasional KAI

  • Whatsapp
KRL commuter line. ©2015 merdeka.com/arie basuki

JAKARTA, KABARNUSANTARA.ID – Dari pengamat Transportasi Darmaningtyas menilai rencana akuisisi anak Usaha PT Kereta Api Indonesia (KAI), yakni PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) oleh PT MRT Jakarta berpengaruh pada jumlah penumpang dan pendapatan KAI.

Menurut dia masalah akan muncul ketika menetapkan kendali operasional KCI, sebab dalam rencana akuisisi itu KAI hanya akan memegang 49 persen saham KCI, sisanya berada di MRT Jakarta. Indikator masalahnya dalam rencana akuisisi tersebut mengenai perhitungan jumlah penumpang yang akan berdampak pada skala bisnis KAI.

Bacaan Lainnya

Apabila catatan jumlah penumpang dilakukan oleh KAI dan MRT, maka akan berisiko menjadi temuan BPK dan juga masalah dengan subsidi Public Service Obligation (PSO). Lalu pencatatan dilakukan PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ) atau MRT, maka KAI akan kehilangan 70 persen penumpang.

“Artinya secara korporasi PT KAI akan mengalami penciutan, dan ini akan sangat berpengaruh ke eksistensi KAI,” ujar Darmaningtyas, Rabu (20/01/20).

MITJ merupakan perusahaan patungan antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta lewat Badan Usaha milik Daerah (BUMD) PT MRT Jakarta dan pemerintah pusat lewat BUMN PT KAI.

Menurut Darmaningtyas, pihak MITJ sebelumnya mengatakan kendali operasional tetap ada di KAI. Namun, hal tersebut kemungkinan berisiko mengingat KAI akan menjadi pemegang saham minoritas di KCI.

“Dirut MITJ menjelaskan kendali operasional ada pada KAI. Pertanyaan berikutnya, riskan dan ada aturannya tidak jika pemegang saham minoritas menjadi pengendali. Kalau ada ya boleh-boleh saja,” pungkasnya.