WWW.KABARNUSANTARA.ID

Satu Informasi Untuk Nusantara

Program IRADESA Menjadi Ruang Percepatan Transformasi Digital

3 min read

GARUT, KABARNUSANTARA.ID – Persoalan Pandemi Covid-19 memaksa perputaran berbagai kegiatan mulai dari pemerintahan, bisnis dari pusat hingga daerah menjadi tersendat. Ditengah-tengah perjuangan mengatasi persoalan yang ada, Presiden Jokowi dengan jeli melihat momentum Covid-19 sebagai peluang untuk percepatan transformasi digital.

Bahkan pada tanggal 3 Agustus 2020  Presiden Mengeluarkan INPRES yang berisi 5 Langkah Percepatan Transformasi Digital untuk 8 Sektor Strategis. Ia juga menegaskan bahwa Transformasi Digital membutuhkan waktu 10-20 Tahun lamanya, sehingga dapat dipersingkat karena peristiwa Covid-19.

Launching Program IRADESA Garut agar warga cerdas dan melek internet (Dok : Fajar)

Selaras dengan Studi dari PBB bahwa penguasaan dan kemampuan produksi atas produk berbasis Teknologi yang berpengaruh Signifikan atas Peningkatan Kemakmamuran (GDP per Kapita) maka Presiden juga mendorong agar Instansi Pemerintah, BUMN dan Masyarakat agar mencintai dan menggunakan product-product dalam negeri termasuk yang berbasis teknologi, riset dan inovasi.

Sebagai upaya dalam mensukseskan program Presiden Jokowi untuk Percepatan Transformasi Digital tersebut, Masterdata yang didukung oleh 3 StartUp Digital dalam negri yaitu Svara Inovation, Craonpedia, dan Officely bekerjasama untuk mendukung inisiatif presiden tersebut yaitu Percepatan Teansformasi Digital pada sektor : media dan penyiaran (Svara Innovation), Pendidikan (Crayonpedia), Ruang Kerja & Digital Hub bagi Sektor Pemerintahan dan Industri (Officely).

Dengan didukung 3 Digital StartUp tersebut diharapkan mampu mempercepat Transformasi Digital dari Desa, Sekolah, BUMDes hingga Pemerintahan Daerah di seluruh Indonesia.

Ono menyebut tujuannya membangun internet di desa agar bisa bermanfaat bagi orang banyak, jika pengembangannnya hanya terfokus di kota saja penduduknya terbatas, sementara penduduk yang banyak lokasinya ada di desa, selain itu menurut ia informasi sebagai hak asasi manusia yang harus di dapatkan oleh semua masyarakat.

“Keuntungan secara langsung dengan adanya internet di Desa ini salah satunya membantu pembelajaran daring, dalam situasi PJJ menjadi lebih gampang, murah dan koneksinya kenceng, bagi yang mau usaha juga akan menjadi lebih mudah,”jelas DR. Onno W. Purbo, PhD kepada awak media baru-baru ini.

Sementara di tempat yang sama Ir. Soegiharto Santoso Ketua Umum Asosiasi Pengusaha TIK Nasional (APTIKNAS) menambahkan bahwa diadakannya program internet di desa ini menjadi bertujuan untuk meratakan raihan informasi dan mencerdaskan masyarakat, selain itu agar masyarakat yang ada di desa tetap produktif walau tingal di desa.

“Sehingga pekerjaan yang ada di luar kota tetap masih bisa di kerjakan di desa, sdm desanya dibuat pintar, keuntungannya memperbesar ruang kolaborasi, muncul dukungan baru untuk meningkatkan kapasitas jangkauan nya, mitra lain juga banyak yang berminat gabung dengan metode parthnership,” jelasnya.

Selain itu kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari PT Acer Indonesia dengan produk pendidikan Jelajah Ilmu dan oleh PT Supertone yang memproduksi produk-produk TIK buatan Indonesia serta PT ZTT Cable Indonesia yang memproduski kabel fiber optic.

“Dimana saya bersama Kang Onno dan Kang Dadang bersama Tim PT Raihan Teknologi Pratama sempat diundang ke parbiknya untuk melihat secara langsung rangkaian proses Factory Acceptance Test (FAT),” paparnya.

Transformasi Digital tersebut juga dikaitkan dengan program IRADESA, untuk mewujudkan sukses bersama rakyat desa, sebab sukses bersama tentu lebih mulia dan lebih bermakna untuk bangsa Indonesia.

Sementara di tempat terpisah kepada SMK Darusalam Tarogong Kaler Garut Muhammad Allejar S.Pd.I.,M.Si menyebut menyebut jika terwujudnya program internet untuk desa tersebut berkat kolaborasi semua pihak, dengan dasar kepedulian terhadap kecerdasar anak bangsa.

“Bersyukur ya akhirnya bisa terwujud dan bisa membantu, tidak mudah memang, semoga ini menjadi awal yang baru bagi terbukanya akses informasi yang luas, untuk mengakselerasi berbagai program digital lainnya,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan