Satu Informasi Untuk Nusantara !

Lestarikan Kesenian Calung, MPM STAI Persis Gelar Seminar Pelestarian Kesenian Daerah

2 min read

Mahasiswa MPM STAI Persis Dan Peserta Seminar berfoto Bersama

GARUT, KABARNUSANTARA.ID – Dalam rangka ikut melestarikan salahsatu kesenian daerah, Mahasiswa Masa Pengabdian Pada Masyarakat (MPM) STAI Persis Garut, kelompok 14 yang ditempatkan di Desa Barudua Kecamatan Malangbong, menggelar Seminar Pelestarian Kesenian daerah, Kamis (25/08/2022) di Gedung Sarana Olahraga (SOR) Desa Barudua.

Fikri Muhammad Tanjil, Ketua pelaksana kegiatan menyampaikan, kegiatan seminar ini digelar dalam upaya ikut melestarikan kesenian tradisional masyarakat Sunda yaitu kesenian Calung yang saat ini masih bertahan di Desa Barudua.

Dani Iskandar, perwakilan Pemerintah Kecamatan Malangbong yang hadir dalam seminar mengungkapkan, pemerintah mengapresiasi eksistensi kesenian calung di Desa Barudua yang masih bertahan hingga saat ini, meski anggota kelompok calungnya kebanyakan adalah orang-orangtua.

‘Karenanya, mahasiswa juga harus mendorong dan mendukung agar kesenian tradisional calong di Desa Barudua ini bisa tumbuh dan berkembang,” katanya.

Dani menyampaikan, kesenian tradisional calung merupakan salahsatu kebudayaan masyarakat Sunda yang memiliki nilai jual tinggi, karenanya serring jgua dijadikan sebagai kesenian yang digunakan untuk menyambut kedatangan tamu di tempat wisata.

“Saya berharap lewat seminar ini, adik-adik SMA dan masyarakat bisa memiliki kepedulian terhadap kesenian tradisional,” katanya.

Dadan Permana, Pembina sanggar seni Calung Kareueus dalam seminar tersebut menyampaikan, kesenian calung, sebenarnya tidak hanya berkembang di Jawa Barat, namun juga berkembang di daerah Banyumas Jawa Tengah. Perbedaannya, di Banyumas calung dimainkan tidak seperti di Jawa Barat dengan cara di jingjing.

Dadan melihat, masalah yang dihadapi pelaku kesenian tradisional saat ini salahsatunya adalah regenerasi pelaku seni. Hal ini penting untuk mempertahankan keberadaan kesenian calung. Karenanya, dirinya berharap ada regenerasi pelaku seni calung di Desa Barudua.

“Karena di Desa Barudua ada kesenian tradisional, diharapkan ada regenerasi yang bisa mengembangkan kesenian ini, jangan jadi generasi yang instan, tapi jadilah generasi yang mau berproses,” katanya.

Asep Supriadi, perwakilan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut yang hadir dalam seminar tersebut melihat, kesenian calung termasuk salahsatu sector ekonomi kreatif. Apalagi, kesenian calung juga bisa menghibur para penontonnya karena dalam kesenian calung mengandung tema yang bisa mengundang tawa penonton.

“Salahsatu upaya regenerasi yang bisa dilakukan, harus didukung oleh tenaga pendidik, pemerintah juga bisa terlibat dengan mengadakan lomba atau festival,” katanya.

Penyajian calung sendiri, menurut Asep juga bisa dikemas dalam bentuk kekinian dengan mengikuti genre lagu-lagu kekinian. Dengan cara ini, kesenian calung bisa lebih mudah diterima masyarakat.

Fikri Muhammad Tanjil, Ketua Pelaksana kegiatan mengungkapkan, pihaknya akan mencoba membangun saung yang bisa dijadikan tempat masyarakat melakukan kegiatan kesenian dan kegiatan social lainnya di Desa Barudua. (*)

Tinggalkan Balasan