Ade Kaca Motivasi Warga Garut Dalam Masa PPKM Yang Diperpanjang

  • Whatsapp
Ade kaca Anggota DPRD Provinsi Jabar saat meninjau PPKM Garut (Dok : Heri)

GARUT, KABARNUSANTARA.ID – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PAN, Ade Kaca SE, melihat situasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Wilayah Kelurahan Kota Wetan, Kecamatan Garut Kota, Garut Jawa Barat, hal itu ia lakukan untuk memastikan sosialisasi penerapan PPKM di masyarakat yang ada di Kabupaten Garut, Jawa Barat berjalan dengan baik.

“Ya disini kita lebih ke memberi himbauan kepada masyarakat khususnya yang ada di Kelurahan Kota Wetan, umumnya yang ada di Kabupaten Garut, karena pemerintah  melakukan PPKM Darurat di daerah Jawa dan Bali, dan terus di perpanjang untuk menekan angka Covid dan peningkatan partisipasi Vaksinasi” ujar Ade Kaca saat di hubungi via seluler baru-baru ini.

Bacaan Lainnya

Ade Kaca menyampaikan, kunjungannya tersebut ingin memberikan arahan dan masukan mengenai langkah Pemerintah kepada warga Garut. “Saya ingin berbicara dalam konteks wilayah Garut mudah-mudahan dengan langkah pemerintah yang seperti ini bisa berhasil dan yang paling utama bagi saya memberikan sebuah masukan dan arahan kepada warga Garut agar kita sebagai warga harus mentaati peraturan pemerintah,” jelasnya.

Dalam kunjungan tersebut Ade juga ingin memotivasi dan menyadarkan serta mengedukasi masyarakat setempat tentang pentingnya protokol kesehatan dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

“Nah langkah-langkah kemarin kami pak Waka Polres pak Camat, pak Lurah dalam rangka upaya menyadarkan kepada masyarakat, mengedukasi apa yang seharusnya dilakukan masyarakat,” ungkapnya.

Disinggung mengenai solusi warga terdampak PPKM, Ade menyebutkan, Gubernur Jawa Barat melalui telah press realese di media bahwa untuk pelaksanaan PPKM Darurat di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, kalau berbicara kemampuan anggaran Jawa Barat sudah keteteran saat ini.

“Tetapi ini adalah tanggung jawab pemerintah, tanggung jawab bersama. Kami juga di DPRD kemarin juga pak Gubernur mencoba berupaya ingin mengalokasikan anggaran sekitar Rp 280 miliar kalau tidak salah, itu khusus untuk penanganan pengadaan semacam kebutuhan masyarakat berbentuk suplemen vitamin,” jelasnya.

Yang sebetulnya imbuh Ade, itupun tidak akan mencukupi dan tidak akan memuaskan. Terkait tadi ada efek kepada perekonomian masyarakat, saya rasa kebijaksanaan ini harus diterima dengan lapang dada karena dalam kondisi darurat ya pasti menurut saya ada sektor-sektor lain yang menjadi korban dari kebijakan ini.